Fokus

Friday, 13/09/2013

Dana Otsus untuk Rekonstruksi Aceh Tengah *

otsus ateng
Dua kabupaten di wilayah tengah Aceh yang terkena dampak gempa Gayo pada 2 Juli 2013 lalu, memungkinkan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk proses rekonstruksi. Undang Undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UU-PA) yang mengatur pemanfaatan dana tersebut memberi ruang bagi hal itu.

Aceh Tengah merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak gempa. Berdasarkan data resmi pemerintah kabupaten setempat tercatat 12 dari 14 kecamatan merasakan akibat dari bencana alam ini. Beratnya dampak gempa juga bisa dilihat dari korban jiwa yang mencapai 35 orang dan merusak 15.553 unit bangunan rumah penduduk serta 153 unit bangunan kantor pemerintahan.

Sarana dan prasarana sektor-sektor kunci tak luput dari gempa ini. Berdasarkan sumber yang sama, tercatat setidaknya 381 unit bangunan sekolah dan 242 sarana kesehatan, serta 155,32 kilometer jalan kabupaten mengalami kerusakan mulai dari skala ringan hingga berat.

Kebutuhan untuk rekonstruksi akibat gempa ini sudah ditaksir, namun opsi pendanaan belum sepenuhnya tuntas. Perkiraan pemerintah, dibutuhkan Rp. 1,7 triliun untuk membangun kembali wilayah-wilayah bencana. Menurut keterangan Gubernur Aceh, Rp. 900 milyar dari kebutuhan dana akan disediakan oleh Pemerintah Pusat, sedangkan kekurangannya Rp. 800 milyar akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah kekurangan dana tersebut akan ditanggung bersama oleh Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Tengah dan Pemkab Bener Meriah.

Aturan hukum, terutama tentang pemanfaatan sumber dana Otsus, memungkinkan Pemkab Aceh Tengah berkontribusi dalam rekonstruksi pascagempa. Seperti disebutkan dalam Pasal 183 UU-PA, dana Otsus ditujukan untuk membiayai pembangunan, terutama pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan. Artinya, membangun kembali beberapa sektor kunci, bisa diambil dari alokasi dana Otsus untuk kabupaten ini.

Kemampuan fiskal Aceh Tengah, khususnya yang berasal dari otsus, tergolong memadai untuk digunakan dalam memulihkan pembangunan. Seperti halnya kabupaten/kota di Aceh alokasi dana Otsus yang diterima Kabupaten Aceh Tengah akan terus bertambah hingga tahun 2022. Sejak 2008-2012, Aceh Tengah tercatat sebagai penerima terbesar keempat alokasi dana otsus. Rata-rata pertahun Aceh Tengah menerima Rp 120 milyar atau di atas rata-rata penerimaan Otsus kabupaten/kota di Aceh senilai Rp100 milyar.

Bagi Pemkab Aceh Tengah, tantangan terbesar dalam proses ini adalah bagaimana dana yang akan dialokasikan dapat menghasilkan output rekonstruksi yang berkualitas baik. Rekonstruksi ini sendiri baru akan mendatangkan manfaat, terutama bagi korban, jika dilakukan melalui koordinasi yang baik dengan berbagai pihak yang terlibat serta menggunakan data yang handal. Hal-hal tersebut merupakan prasyarat penting yang harus dipenuhi dalam tahapan perencanaan saat ini; sama pentingnya dengan proses perencanaan pembangunan reguler yang mengharuskan pemenuhan kebutuhan publik. [DS | PECAPP]

*) Tanpa mengurangi rasa simpati terhadap masyarakat di Kabupaten Bener Meriah, analisis singkat ini lebih difokuskan kepada Kabupaten Aceh Tengah yang mengalami dampak gempa lebih besar.

Komentar