Kesehatan

Tuesday, 27/08/2013

Bidan Cukup, Kematian Ibu masih Tinggi

AKI
Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pada awal era 1990-an, Pemerintah Indonesia meningkatkan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) kepada masyarakat dengan penempatan bidan di seluruh Indonesia. Akhir tahun 1996, juga meluncurkan Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang lebih menonjolkan peran masyarakat dalam upaya penurunan angka kematian ibu (AKI). Pada tahun 2000, Pemerintah mencanangkan kebijakan Making Pregnancy Safer (MPS) dengan tiga pesan kunci dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.

Penempatan bidan di seluruh Indonesia diharapkan mampu meningkatkan upaya pelayanan ibu dan anak. Salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Selain itu juga diupayakan setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pertolongan yang adekuat, dan setiap perempuan usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, maupun penanganan komplikasi pasca-keguguran.

Pada tahun 2012, data Kementerian Kesehatan, rasio bidan per 100.000 penduduk Indonesia adalah 49,9. Target yang ditetapkan kementerian adalah 100. Hanya dua provinsi, yakni Aceh dan Bengkulu yang telah mencapai target yang diharapkan tersebut. Rasio bidan di Aceh merupakan rasio terbaik nasional dengan 193,6 bidan per 100.000 penduduk, atau hampir dua kali lipat dari target.

Meskipun bidan memadai, namun Angka Kematian Ibu (AKI) masih terbilang tinggi. Pada tahun 2011, AKI di Aceh berjumlah 158 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH) dan 2012, AKI di Aceh berjumlah 191 per 100.000 KH. Angka tersebut jauh dari target nasional tahun 2014 yakni 112 per 100.000 KH. Selain itu, kesenjangan antar daerah kabupaten/kota terkait ketersediaan bidan dan AKI juga masih besar.

Guna menurunkan angka kematian ibu beberapa kegiatan yang perlu digiatkan, di antaranya adalah peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan profesional kesehatan, meningkatkan penggunaan kontrasepsi pasca-salin dan penanganan komplikasi maternal. Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, pencapaian persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di Aceh mencapai 90 persen. Hal ini menjadikan Aceh sebagai daerah urutan kedelapan di Indonesia dari sisi persalinan yang ditolong tenaga kesehatan. Masih perlu ditingkatkan.

PECAPP merekomendasikan, perlunya analisis lebih lanjut dalam menentukan kebijakan dengan tujuan penurunan AKI di Aceh. Selanjutnya analisis kebijakan daerah untuk mendorong peningkatan indikator dalam rangka menurunkan AKI seperti K4; persalinan oleh tenaga kesehatan, pelayanan nifas, peningkatan peserta KB aktif, dan penanganan kehamilan dengan komplikasi penting diperhatikan secara khusus.

Kemudian juga diperlukan penguatan kemitraan dengan kabupaten/kota serta pihak yang mempunyai perhatian terhadap kondisi kesehatan ibu, terutama dalam pendampingan, pengawasan, dan evaluasi pencapaian target. [RS | PECAPP]

Komentar