Kesehatan

Wednesday, 28/08/2013

Jaminan Kesehatan Aceh
Terbanyak untuk Pelayanan di Rumah Sakit

jka
Lebih dari setengah dana JKA tahun 2010 dan 2011 digunakan untuk pengobatan di rumah sakit. Pelayanan di rumah sakit baik Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) menyerap 57 persen total belanja langsung JKA 2010-2011. Total belanja langsung JKA periode tersebut adalah Rp 561 miliar.

Sementara pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) menyerap 36 persen belanja JKA 2010-2011, atau sebesar Rp 204 miliar dari total belanja langsung.

Pembayaran atas RJTP dilakukan dengan sistem kapitasi (*) atau berdasarkan jumlah peserta JKA non Jamkesmas (JKA murni) dan peserta JKA Jamkesmas yang terdaftar di Puskesmas. Pembayarannya dilakukan langsung ke masing-masing Puskesmas.

Pada tahun 2010 hingga bulan Maret 2011, besaran kapitasi yang dibayarkan berjumlah Rp 4 ribu/jiwa/bulan untuk peserta JKA murni (1,75 Juta jiwa) dan Rp 3 Ribu/jiwa/bulan untuk peserta JKA-Jamkesmas (2,6 Juta jiwa). Sementara pada 9 bulan berikutnya di tahun 2011 besarnya kapitasi berubah berdasarkan karakteristik wilayah.

Pertumbuhan belanja JKA dari tahun 2010 dan 2011, cenderung meningkat. Misalnya untuk belanja Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL). Pada 2010, RITL menghabiskan belanja sebesar Rp 61 miliar untuk pelayanan selama 7 bulan, atau rerata berjumlah Rp 9 miliar per bulan. Sementara pada pada 2011 secara riil bertambah menjadi lebih dari Rp 10 miliar per bulan atau Rp 123 miliar pertahun.

Untuk RJTL, jumlah pertumbuhannya tidak terlalu besar. Tercatat pada 2010 belanja tersebut berjumlah Rp 2 miliar per bulan dan meningkat sebesar 8 persen pada 2011, menjadi Rp 2,1 miliar.

PECAPP merekomendasikan perlu menekan biaya pelayanan di tingkat lanjut. Misalnya penguatan upaya pencegahan berbagai penyakit, selain perlunya kebijakan terhadap berbagai komponen pelaksanaan JKA seperti mekanisme rujukan, penggunaan obat dan perbekalan kesehatan yang lebih teratur. [RS | PECAPP]

(*) Kapitasi adalah metode pembayaran untuk jasa pelayanan kesehatan dimana Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK – dokter atau rumah sakit) menerima sejumlah tetap penghasilan per peserta, per periode waktu (bulanan), untuk pelayanan yang telah ditentukan per periode waktu. Kapitasi didasari dari jumlah tertanggung (orang yang diberi jaminan atau anggota) baik dalam keadaan sakit atau dalam keadaan sehat yang besarnya dibayarkan di muka tanpa memperhitungkan jumlah konsultasi atau pemakaian pelayanan di PPK tersebut.

Komentar