News

Friday, 18/04/2014

World Bank Akhiri Program CPDA

CPDA_17AprilBanda Aceh – World Bank secara resmi mengakhiri program penguatan damai Aceh. Program yang dinamakan Consolidating Peaceful Development in Aceh (CPDA) ditutup secara resmi dalam serangkaian acara di Banda Aceh, Rabu 16 April 2014.

Social Development Specialist World Bank, Adrian Morel di Banda Aceh mengatakan program tersebut dimulai sejak 2010 lalu dengan kucuran dana sekitar US$ 7,5 juta. Menurutnya, CPDA merupakan program multidonor yang dibentuk Bank Dunia yang didanai Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan Australian AID/DFAT.

Kata Adrian, program CPDA mempunyai tujuan memperkuat kelembagaan guna mendukung perdamaian dan pembangunan di Provinsi Aceh. “Selama ini program telah berhasil menguatkan perdamaian di Aceh,” ujarnya.

Program tersebut dijalankan World Bank melalui kerjasama dengan sejumlah mitra LSM Internasional dan lokal di Aceh. Misalnya program PECAPP yang fokus kepada analisis belanja publik bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala untuk memperbaiki pengelolaan dana publik dan transparansi anggaran. Juga program program membangun komunitas penggiran hutan, melatih praktisi hukum dan mendirikan klinik hukum di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Utara.

CPDA selama ini juga ikut membantu Bappeda Aceh dalam menyusun rencana pembangunan jangka panjang dan menengah, serta bekerja sama dalam tim penyusunan anggaran Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, Manajer Program CPDA Muslahuddin Daud mengatakan program tersebut telah sangat membantu Pemerintah Aceh dalam membangun kapasitas sumber daya manusia maupun materi-materi analisis lainnya yang dapat dipakai untuk pembangunan Aceh masa depan. “Program telah mentransfer pengetahuan untuk berbagai kelembagaan dan pemerintah Aceh.”

Menurutnya World Bank secara umum akan terus memantau perkembangan Aceh dan Indonesia umumnya melalui kerjasama dengan sejumlah lembaga nasional yang terpusat di Jakarta, seperti beberapa kementerian. [AW|PECAPP]

Komentar