Pendidikan

Friday, 06/09/2013

Kompetensi Guru Masih Lemah

Ketersediaan guru di Aceh sangat memadai, tetapi tingkat kompetensi guru masih menjadi tantangan utama. Secara umum kelebihan guru terjadi di semua jenjang pendidikan meskipun beberapa kabupaten/kota masih kekurangan guru untuk bidang studi tertentu.

Indikasi ini tampak dari rasio guru per siswa di Aceh tahun 2012. Rata-rata 10 siswa dimbing per guru di tingkat SD dan 13 siswa per guru di SMP. Perbandingan ini jauh lebih baik dari SPM yaitu 20 siswa per guru.

Tingkat kompetensi guru merupakan tantangan utama. Gambaran tingkat kompetensi guru sebagai berikut:

  • 68 persen guru di tingkat sekolah dasar belum memiliki kelayakan mengajar
  • Jumlah guru terlatih masih minim yaitu 1,16 persen di tingkat SD, 6,36 persen di tingkat SMP dan 3,97 persen di tingkat sekolah menengah
  • Hasil uji kompetensi awal guru tahun 2012, menempatkan Aceh pada peringkat ke – 28 secara nasional, dengan nilai rata – rata 36,1
  • Guru lulus sertifikasi rata-rata 20,9 persen di tingkat SD, 29 persen di tingkat SMP dan 31 persen di sekolah menengah.

Terdapat disparitas pada persentase guru yang belum memenuhi standar dari sisi kualifikasi dan kompetensi antar kabupaten/kota. Tahun 2012, persentase guru tidak layak mengajar tertinggi ada di Kabupaten Simeulue mencapai 91 persen dan terendah di kota Banda Aceh yaitu 44 persen. Di samping itu, terdapat disparitas yang tinggi pada persentase guru layak mengajar antar jenjang pendidikan, di jenjang pendidikan menengah persentase guru tidak layak mengajar yang lebih rendah dibandingkan jenjang pendidikan dasar.

Harapan peningkatan kualifikasi akademik melalui program sertifikasi guru belum memberikan dampak maksimal. Melalui program sertifikasi, pemerintah memberikan tunjangan profesi kepada guru dengan jumlah yang sama dengan gaji pokok yang diperoleh guru. Tujuan program sertifikasi meningkatkan motivasi guru, mendorong peningkatan kualifikasi akademik, serta meningkatkan daya tarik terhadap profesi guru. Dengan demikian program ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Hasil evaluasi program sertifikasi guru yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2012, menunjukkan bahwa program sertifikasi belum berdampak maksimal pada mutu dan prestasi siswa namun berdampak positif pada peningkatan kesejateraan guru.

Belanja untuk peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan dalam beberapa tahun terahir tergolong minim. Tahun 2012, anggaran untuk peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan hanya 9 persen dari keseluruhan belanja dinas pendidikan provinsi. Namun 76 persen anggaran peningkatan mutu diperuntukkan membayar gaji guru dan tenaga kependidikan non-PNS, sedangkan selebihnya atau 24 persen merupakan belanja yang berimplikasi langsung pada peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

Di tahun 2013, alokasi anggaran untuk peningkatan mutu guru meningkat tajam dari 9 persen di tahun 2010 menjadi 29 persen, dengan alokasi sebesar Rp 130 miliar atau 29 persen dari keseluruhan belanja dinas pendidikan provinsi Aceh. [RE | PECAPP]

Komentar